Friday, March 2, 2018

Beberapa Penyakit Pada Kucing dan Cara Mengatasinya

Penyakit pada kucing ada yang menular dan ada yang tidak menular. Ada yang menular pada kucing saja, ada yang bisa menular kepada manusia juga. Jika kucing kamu terkena suatu penyakit, jangan panik. Cari tahu dulu penyebabnya, sehingga kamu bisa dengan tepat mengobatinya.
Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang biasanya menyerang pada kucing:


1. CACINGAN

Cacingan dapat menyerang semua kucing, terutama kucing yang tidak dijaga kebersihan badan dan lingkungan sekitarnya. Kucing yang terbiasa main di luar rumah mempunyai resiko terkena cacingan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kucing rumahan. Kucing yang terkena cacingan biasanya memiliki badan yang kurus dan susah gemuk walaupun selalu makan dengan porsi yang banyak. Tanda-tanda lain dari kucing cacingan bisa klik DISINI.  
Solusi: 
  • Jaga selalu kebersihan kucing dan lingkungan sekitar kucing, baik itu kandang maupun litter box. 
  • Selalu bersihkan pasir dari pup kucing, jangan biarkan menumpuk lama sampai mengering. Ganti pasir dengan yang baru jika sudah tidak layak pakai. Cuci litter box secara rutin.
  • Beri obat cacing pada kucing secara rutin minimal 3 bulan satu kali.

 

2. SAKIT MATA

Mata adalah salah satu indra yang sangat penting bagi semua makhluk hidup, termasuk kucing. Untuk menjaga kesehatan mata kucing, sebaiknya bersihkan mata selalu secara rutin setiap hari. Jangan biarkan kotoran mata menumpuk, apalagi dalam waktu yang lama, karena bisa mengakibatkan iritasi bahkan penyakit yang lebih serius pada mata kucing kamu.
Solusi:
Bersihkan mata secara rutin setiap hari. Jika sudah terjadi iritasi, teteskan obat tetes mata khusus hewan (jangan menggunakan obat tetes mata manusia). Dapat juga memberikan vitamin / obat untuk kesehatan mata kucing.

3. OTITIS (Radang Telinga)

Banyak penyebab dari penyakit otitis (radang telinga) ini, antara lain kotoran telinga yang menumpuk dan tidak segera dibersihkan, earmites (kutu telinga), jamur, luka, dll. Kotoran pada telinga jika jumlahnya sedikit, bisa menjadi pelindung bagi telinga kucing agar benda asing tidak gampang masuk ke dalam telinga, tetapi jika kotoran telinga jumlahnya berlebihan dan tidak segera dibersihkan hingga menimbulkan bau tidak sedap bisa mengakibatkan radang pada telinga atau otitis.
Solusi: 
Periksa kebersihan telinga kucing secara berkala. Bersihkan telinga kucing secara rutin dengan cotton bud. Jika kucing sudah terkena otitis, obati dengan obat tetes khusus untuk mengobati otitis, bisa dibeli di petshop-petshop terdekat.

4. EARMITES (Kutu Telinga)

Earmites adalah sejenis kutu yang lebih sering menyerang telinga kucing. Earmites bergerak dan hidup di dalam saluran telinga.
Tanda-tanda kucing yang terkena earmites biasanya:
  • Kucing sering menggeleng-gelengkang kepalanya
  • Telinga kotor terus menerus. 
  • Cepat kotor kembali padahal sudah dibersihkan.
  • Terdapat luka garukan di belakang telinga atau di sekitar telinga.
  • Pelipis botak/bulu menipis pada pelipis. 
  • Terjadi infeksi pada telinga,
  • Ada debu putih bergerak-gerak di dalam telinga.
Solusi:
Periksa kebersihan telinga kucing secara berkala. Bersihkan telinga kucing secara rutin dengan cotton bud yang sudah diberi obat earmites buster. Teteskan Earmites Buster pada kedua telinga untuk membasmi earmites.

5. BULU RONTOK

Kucing dengan bulu panjang bila tidak dirawat dengan baik maka bulunya akan bermasalah. Salah satunya bulu menjadi banyak yang rontok. Kerontokan bulu bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain karena ringworm, jamur, scabies, kutu, tidak cocok dengan pakan, salah makan, bahkan siklus birahi juga bisa membuat bulu rontok. 
Solusi:  
Selalu jaga kesehatan bulu dan kulit. Sisir bulu setiap hari, minimal 1x sehari. Beri vitamin khusus untuk bulu. 

6. RINGWORM 

Ringworm adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan kerusakan kulit. Penyakit ini bisa menular ke manusia jika dibiarkan terlalu lama dan tidak segera disembuhkan. Jika kucing kamu terkena ringworm, segera diobati secepatnya. Sebaiknya anak-anak dijauhkan dari kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi penyakit ini, karena anak-anak sangat mudah terinfeksi. Untuk mencegah penularan, bersihkan badan kamu dan cuci tangan yang bersih setelah kontak dengan kucing yang terkena ringworm.
Solusi:
Grooming kucing dengan menggunakan shampoo khusus anti jamur, obati dengan obat anti jamur secara rutin setiap hari selama pengobatan.

7. JAMUR & SCABIES 

 

Penyakit kulit yang sering diderita oleh kucing adalah jamuran, scabies dan kutu. Jamuran & Scabies bisa terjadi karena lingkungan yang lembab,  bisa juga karena bulu yang basah tidak langsung dikeringkan. Tingkatan scabies lebih parah jika dibandingkan dengan jamur. Jamur dan scabies bisa membuat kesehatan kulit dan bulu terganggu sehingga bulu menjadi mudah rontok dan jika tidak diobati jamur & scabies bisa menyebabkan luka karena kucing akan sering menggaruk badannya. 
Solusi: 
Bersihkan selalu kandang kucing dan lingkungannya secara rutin. Grooming kucing minimal 1x dalam seminggu. Segera keringkan bulu kucing yang basah terkena air dengan blower sedang atau hair dryer. Jemur kucing setiap hari 5-10 menit pada pagi hari sebelum jam 10:00 pagi. 
Jika kucing sudah terkena jamur/scabies, Grooming minimal seminggu 2x dengan menggunakan shampoo anti jamur, kemudian rutin obati dengan obat anti jamur (baca juga: BIODIN SPRAY) sampai jamur benar-benar musnah.  


8. KUTU

 

Kucing yang terkena kutu biasanya merasakan gatal pada tubuhnya. Sering garuk-garuk badan dapat menyebabkan luka dan bulu rontok. Menjaga lingkungan tetap bersih sangat penting karena kutu bisa muncul kapan saja. Kutu ada yang bisa dilihat dengan mata secara langsung tetapi ada juga yang karena ukurannya sangat kecil tidak bisa dilihat secara langsung.
Solusi:
Jika kucing sudah terkena kutu, bisa digrooming dengan menggunakan shampoo anti kutu, obati juga dengan obat kutu, ada obat kutu yang bentuk spray, bedak dan ada juga yang dengan cara diteteskan pada tengkuk seperti obat kutu merk DETICK. 
Bersihkan selalu tempat tidur kucing, kandang kucing dan lingkungan sekitarnya secara rutin. Kutu-kutu akan hilang bila kandang dan lingkungan sekitar kucing dibersihkan secara rutin dan berkala.

9. STUD TAIL

 


Stud tail adalah keadaan dimana bagian ekor kucing jantan tertutup oleh tumpukan minyak. Kucing jantan memiliki produksi minyak yang lebih banyak daripada kucing betina. Sehingga biasanya bagian ekor kucing jantan menjadi lebih cepat kotor, berminyak dan berkerak. Jika tidak dibersihkan, bagian berminyak ini bisa juga menjadi media jamur berkembang biak, dan bulu ekor menjadi rontok dan bau.
Solusi:
Grooming kucing yang terkena stud tail minimal seminggu sekali untuk menjaga kebersihannya. Gunakan shampoo khusus agar stud tail bisa teratasi. Saat pengeringan harus benar-benar kering sempurna, terutama pada bagian ekor.

10. SARIAWAN

Sama seperti pada manusia, jika kucing terkena sariawan, akan mengganggu nafsu makannya. Sariawan bisa membuat kucing menjadi kurus karena kucing menjadi tidak berselera makan, makan hanya sedikit bahkan tidak mau makan sama sekali.
Solusi: 
Untuk mencegah sariawan, pastikan peralatan makan seperti mangkuk makan dan botol minum selalu dalam keadaan bersih. Peralatan makan yang kotor bisa menjadi media kuman berkembangbiak. Jika kucing sudah terkena sariawan, mengobati sariawan pada kucing bisa menggunakan obat sariawan HYPETS

Semoga bermanfaat ya PopoLovers.. :)

No comments:

Post a Comment