Friday, August 24, 2018

Gejala dan Pengobatan Distemper Pada Kucing

Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat kucing-kucing menjadi mudah terserang penyakit. Salah satunya adalah penyakit Distemper. Apa itu Distemper? Bagaimana gejala dan pengobatannya?? 
Langsung aja kita simak sama-sama penjelasannya.

kucing terinfeksi distemper

Distemper adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus, yang menyerang saluran pencernaan, pernafasan, dan sistem saraf pusat. Penularan virus ini biasanya lewat udara. 
Distemper pada kucing sering juga dikenal sebagai Feline Panleukopenia / Feline Parvovirus. Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup berbahaya, karena sangat menular dan berangka kematian sangat tinggi (persentasenya bisa mencapai 90%). Menyerang semua umur kucing, terutama kucing yang masih kecil, karena daya tahan tubuhnya masih lemah.
Virus panleukopenia (distemper) cenderung menyerang sel dan dengan cepat berkembang, terutama didalam saluran pencernaan, dan sumsum tulang, serta pada jaringan kelenjar limfa. Serangan dilanjutkan pada susunan saraf sehingga tampak gejala diare, muntah-muntah dan terdeteksi penurunan sel darah putih.

GEJALA DISTEMPER

Gejala distemper pada kucing sering timbul layaknya gejala penyakit biasanya, sehingga terkadang gejala-gejala yang timbul akan diabaikan pemilik kucing karena dianggap penyakit biasa. Seringkali para pemilik kucing baru menyadari saat virus telah menginfeksi usus sangat parah.
Penyakit distemper biasanya selalu dihubungkan dengan perubahan cuaca yang sangat drastis. Wabah penyakit ini sering terjadi setiap tahun terhadap kucing pada umumnya. Penyakit distemper akut dapat menyebabkan kucing yang terinfeksi (terutama anak kucing) langsung mati tanpa memperlihatkan gejala yang jelas sama sekali.
Gejala distemper pada kucing yang perlu diwaspadai agar tidak terlambat ditangani antara lain:
  • Kucing sangat lemah dan lesu 

    berkurangnya sel darah putih dalam aliran darah menyebabkan kekebalan tubuh kucing menjadi melemah. Kucing jadi sangat lemah, lesu, tidak bergairah dan gampang lelah.
  • Kucing tidak nafsu makan 

    Rasa sakit pada perut membuat kucing menjadi tidak nafsu makan, walaupun jika diberi makanan favorit kesukaan mereka, bahkan kucing akan bertahan tidak mau makan selama 3 hari, kondisi seperti inilah yang akan memperparah distemper karena timbul kerusakan hati karena sel yang tergantikan lemak.
  • Demam tinggi pada kucing 

    Kucing yang terinfeksi distemper akan mengalami demam tinggi dengan suhu 40°-42° celcius. Sama seperti manusia, suhu normal pada kucing berkisar 38°- 39,5° celcius. Tidak jarang, demam akan disetai dengan menggigil dan gemetar.
  • Kucing suka menyendiri di tempat yang dingin seperti pada kamar mandi 

    Kucing yang terinfeksi distemper akan lebih suka menyendiri ke tempat yang dingin karena suhu badan yang meningkat menjadikan kucing kepanasan. Biasanya kucing juga akan lebih suka menyendiri ke tempat yang dianggap lebih tenang dan nyaman, karena kucing rasa sakitnya kucing tidak ingin diganggu oleh kucing lain.
  • Kucing diare 

    Virus distemper akan menginfeksi usus bahkan menyebabkan kerusakan pada sel-sel usus. Kerusakan inilah yang akan mengganggu penyerapan air menjadi tidak sempurna sehingga kucing menjadi diare.
  • Kucing muntah-muntah berwarna kuning 

    Karena pencernaan kucing yang sedang bermasalah, kucing akan sering muntah dan biasanya mengeluarkan cairan berwarna kuning.
  • Kucing mengalami dehidrasi 

    Karena kucing diare dan muntah-muntah, ditambah lagi kondisi kucing tidak mau minum, mengakibatkan kucing yang terinfeksi distemper mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Kucing kejang-kejang 

    Gejala lain yang sering dialami kucing yang terkena distemper adalah kejang-kejang dan kebingungan. Pada saat kucing mengalami kejang-kejang tidak disarankan untuk kamu memegang mulutnya, meski tujuannya baik agar kucing tidak menggigit lidahnya sendiri, tetapi dengan kamu memegang mulutnya akan menjadikan kucing menjadi tambah stres bahkan bisa melukai kamu sendiri, hal ini terjadi karena kucing kehilangan kesadarannya. Hal yang bisa kamu lakukan adalah mendampingi kucing dari kejauhan.
  • Kucing depresi  

    Kucing akan terlihat lebih murung dan susah diajak untuk bermain dan berinteraksi, selain itu, karena kucing mengalami depresi, kucing menjadi tidak begitu bersemangat seperti biasanya. Kucing lebih memilih diam, tidak banyak bergerak dan malas beraktifitas. Depresi pada kucing juga akan mengganggu pola tidur kucing.
  • Bulu kucing terlihat kusut, kasar, dan acak-acakan

    Karena dehidrasi menjadikan kucing kekurangan air, vitamin dan mineral, sehingga mengakibatkan bulu dan kulit kucing menjadi tidak sehat. Bulu kucing akan terlihat kusut, lebih kasar dan selalu acak-acakan.
     

PENGOBATAN DISTEMPER 

Virus distemper menyebar melalui udara dan paparan terhadap droplet (partikel air kecil yang mungkin dihasilkan oleh kucing ketika batuk atau bersin).
Masih belum ditemukan cara mengatasi virus ini secara efektif dan cepat sembuh, yang kita harapkan adalah tubuh kucing bisa melawan penyakit ini dan dapat bertahan hidup.
Akan tetapi ada beberapa cara untuk menyembuhkan penyakit distemper yang bisa kamu lakukan, antara lain:
  • memberikan antibiotik sehingga sistem imum tubuh kucing dapat meningkat dan kondisi kucing menjadi lebih baik.
  • berikan vitamin A dan B pada kucing untuk mengurangi serangan penyakit ini.
Jika kucing tidak mau makan selama lebih dari 3 hari, dan kucing mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan diatas, segera bawa ke dokter hewan yang punya reputasi baik, agar dokter bisa memeriksa lebih lanjut dan memberikan pengobatan yang tepat, biasanya dokter juga akan memberikan obat anti diare dan anti muntah untuk mengurangi gejala penyakit ini.

Nahh.. itulah penjelasan tentang gejala dan pengobatan distemper pada kucing. Semoga bermanfaat dan kucing-kucing kita semua sehat selalu. 
Jangan lupa untuk bagikan / share artikel ini ke teman-teman catlovers lainnya ya, agar mereka tahu informasi penting ini. Terimakasih.


No comments:

Post a Comment