Saturday, September 1, 2018

Penyakit Calicivirus Pada Kucing

Hai Popolovers..
apa kabar? Semoga kita dan hewan peliharaan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.. aamiin..
Kali ini Popo mau berbagi info sedikit tentang salah satu penyakit pada kucing, yaitu Calicivirus. Apa itu Calicivirus? Bagaimana penularan, gejala dan cara pencegahannya?? Yuk kita simak sama-sama..



CALICIVIRUS

calicivirus pada kucing

Calicivirus atau Feline Calicivirus (FCV) merupakan penyakit yang secara khusus menyerang saluran pernafasan dan mulut kucing dengan gejala awal hanya seperti flu. Penyakit ini mengakibatkan gangguan pada saluran pernafasan, luka sekitar bibir dan mulut seperti sariawan, kadang juga disertai sakit pada persendian. 
Selain Calicivirus, penyebab penyakit saluran pernafasan lainnya adalah Rhinotracheitis. Dari seluruh penyakit saluran pernafasan pada kucing di dunia ini, 85-90% -nya disebabkan oleh Calicivirus dan Rhinotracheitis.

Calicivirus pertama kali ditemukan pada tahun 1950. Penyakit ini hanya menyerang pada kucing dan tidak menyerang manusia. Calicivirus dapat hidup diluar tubuh kucing lebih dari sebulan, akan tetapi di Indonesia, yang merupakan daerah tropis, virus ini hanya mampu bertahan dua minggu saja.

PENULARAN

Calicivirus sering menyerang anak kucing, wabah calicivirus ini biasanya terjadi pada kandang kucing yang kurang bersih, berventilasi kurang, dan memiliki suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin, terutama pada musim pancaroba. Virus ini keluar bersama feses, kelupasan kulit dan rambut, serta leleran pada mata, hidung dan mulut. Penularannya dapat melalui kontak langsung atau lewat pakaian, tempat pakan, tempat minum, tempat tidur, kandang dan benda-benda lain yang tercemari virus. Sanitasi yang ketat akan mampu menghentikan penularan virus ini. Calicivirus mampu bertahan diluar tubuh kucing selama dua minggu dan sangat resistan terhadap desinfektan. Cairan pemutih, kaporit (dengan perbandingan 1:32), sangat efektif untuk membersihkan semua peralatan dan kandang.
Virus juga dapat ditularkan melalui udara. Sewaktu kucing bersin, semua virusnya akan ikut terbawa partikel bersin dan menyebar sejauh beberapa meter.
" Perlu diingat! Calicivirus mudah menular, karenanya meskipun kucing yang terserang calicivirus ini sudah sembuh, mereka akan tetap menjadi pembawa virus ini selama hidup mereka dan dapat menularkan virus ini kepada kucing lain "
Virus ini dapat menjadi laten (dorman) dan bersembunyi dalam jaringan saraf, serta akan menjadi aktif kembali apabila inangnya stress.

GEJALA

Calicivirus mengakibatkan gangguan pada saluran pernafasan, radang pada gusi, luka pada sekitar bibir dan mulut seperti sariawan (ulkus oralis), kadang juga disertai dengan sakit pada persendian (artritis). Penyakit ini menyebabkan gejala flu yang agak berat, namun jarang mengakibatkan komplikasi yang serius. Masa inkubasinya adalah 2-10 hari (Hurley dan Sykes, 2003). Angka kematian pada kucing dewasa karena penyakit ini lebih tinggi dibandingkan angka kematian pada anak kucing.
Gejala utama pada penyakit ini antara lain:
  • bersin-bersin, batuk dan pilek
  • keluar cairan berlebih pada mata dan hidung
  • terjadi peradangan pada gusi

radang gusi
  • luka sekitar mulut, lidah atau bibir yang menyebabkan kucing menjadi tidak mau makan karena kesakitan waktu mengunyah makanan
luka sekitar mulut
  • demam tinggi
  • terjadi oedema (pembengkakan) dibawah kulit
  • bisul dibagian kepala dan kaki
  • timbul gejala seperti penyakit kuning
  • air liur akan keluar secara berlebihan dan sering menetes
  • bagian sekitar mulut dan dagunya biasanya basah karena air liur
mulut berlendir dan bau
Penyakit ini berkembang secara cepat dan tiba-tiba. Kucing yang tadinya sehat bisa saja besoknya terlihat lesu dan mendadak sakit.

PENCEGAHAN

Detergen biasa tidak akan mampu membantu kita membunuh Calicivirus. Sebaiknya gunakan larutan pemutih pakaian atau kaporit (perbandingan1:32) untuk mencuci kandang, peralatan kucing seperti litter box (tempat pup), tempat pakan, tempat minum, sisir, mainan dan lantai yang berpotensi menjadi sumber penularan virus.
Vaksinasi tidak menjamin 100% kucing tidak akan terkena Calicivirus. 
Jika akan memasukkan kucing baru ke dalam rumah, kucing baru harus dikarantina selama 1-2 minggu terlebih dahulu untuk mengurangi resiko penularan calicivirus. 
Usahakan kucing kita tidak berdekatan dengan kucing liar. Sebaiknya setiap kucing memiliki kandang sendiri-sendiri (1 kandang 1 ekor kucing), sehingga kontak langsung dengan kucing lain bisa dikurangi.
Selalu jaga kebersihan kandang, lingkungan dan kebersihan kucing, bersihkan kotoran mata dan hidung setiap pagi, grooming kucing minimal seminggu sekali. 
(Baca juga: Tips Perawatan Harian Kucing)

PENANGANAN KUCING YANG SAKIT

Jika kucing kamu sudah terserang penyakit calicivirus, jangan panik, ini yang dapat kamu lakukan:
  • segera konsultasikan penanganan dan pengobatannya kepada dokter hewan,
  • isolasi kucing yang terkena calicivirus, jauhkan dari kucing lainnya. Sebaiknya kucing yang sakit ditempatkan di ruangan yang terpisah aliran udaranya dengan kucing yang sehat
  • beri makanan lunak, suapi kucing jika kucing tidak mau makan
  • bersihkan kotoran pada mata dan hidung secara rutin
  • beri nutrisi yang baik
  • berikan antibiotik yang sudah diresepkan dokter hewan untuk mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri
  • pada kasus penyakit yang berat, maka kucing perlu dirawat inap dan diinfus.
Itulah penjelasan dari penyakit Calicivirus Pada Kucing. InsyaAllah kucing-kucing kita semua terhindar dari penyakit ini. Semoga info ini bermanfaat. Jangan lupa untuk bagikan / share artikel ini ke teman-teman catlovers lainnya ya, agar mereka tahu informasi penting ini. Terimakasih.

No comments:

Post a Comment