Wednesday, October 24, 2018

Gejala Penyakit Konstipasi Pada Kucing dan Pengobatannya


feses berdarah


Umumnya kucing akan buang air besar 1-2 kali sehari, namun ada juga kucing yang buang air besar tiap 2-3 hari sekali, bisa jadi kondisi seperti ini adalah kondisi kucing menderita penyakit konstipasi. Sudah menjadi kebiasaan hampir pada semua hewan untuk buang air besar tidak lama setelah mereka makan. 
Jika terkena konstipasi, kucing akan jarang atau sulit buang kotoran. Disini terjadi retensi feses pada kolon dan rektum, apabila terlalu lama, akan terjadi absorpsi cairan yang berlebihan dalam ususnya sehingga feses akan mengeras dan mengering. Jika didiamkan feses itu akan membatu, kemudian mulai mengganggu organ sekitarnya, terutama susunan saraf diatasnya, letaknya dibawah tulang belakang, sehingga dapat terjadi kelumpuhan pada kaki belakang.


konstipasi pada kucing

PENYEBAB

Ada beberapa faktor penyebab konstipasi pada kucing, antara lain:

1. Kualitas Makanan
Kualitas makanan yang buruk bisa mengakibatkan konstipasi, misal kucing sangat kekurangan serat kasar dan kurang minum, termasuk terlalu banyak makan daging.

2. Umur Kucing
Kucing yang sudah tua biasanya lebih sering konstipasi. Otot ususnya sudah mulai melemah sehingga aktivitasnya berkurang. Akibatnya gerakan usus mengeluarkan feses sangat lambat. 

3. HairBall (gumpalan rambut/bulu)
Ada hairball atau gumpalan bulu pada ususnya, sehingga pengeluaran fesesnya terlambat atau pelan.

4. Kurang Gerak
Kucing yang kurang gerak, kurang olahraga, atau kelebihan berat badan (obesitas), biasanya lebih sering mengalami konstipasi.

5. Luka
Adanya luka di area-area tertentu misal tulang punggung atau tulang ekor biasanya akan mengganggu pengeluaran feses sehingga kucing merasakan kesakitan dan kesulitan untuk buang air besar.

6. Psikologis dan Pengaruh Lingkungan
Pindah ke tempat baru atau tempat kotoran yang lama diganti dengan yang baru bisa mengakibatkan kucing berusaha menahan buang air besarnya.

7. Infeksi atau Kanker 
Infeksi atau kanker di kolon, anus, kelenjar prostat (untuk pejantan) dan di tulang belakang, menyebabkan kucing susah buang air besar.

GEJALA

Gejala konstipasi sangat jelas, yaitu :
  • Kucing mengalami kesulitan untuk buang kotoran. 
  • Anusnya membengkak, 
  • Kotorannya kemerah-merahan, dan terkadang disertai dengan darah,
  • Nafsu makan menurun,
  • Kucing gelisah, depresi dan tegang,
  • Dehidrasi, biasanya karena kurang minum.
Sewaktu kucing susah buang air besar, kucing selalu berusaha mengejan, namun kotoran gagal keluar. Kotoran mengering di dalam usus. Jika lama dibiarkan, akan semakin lekat dengan dinding usus, sehingga akan semakin sulit kotoran untuk dikeluarkan. Nafsu makannya menurun atau bahkan hilang sama sekali. Kucing terlihat lesu dan kelelahan. 
Terkadang gejala konstipasi sering dianggap sebagai gangguan saraf atau kekurangan vitamin B kompleks saja, sehingga seringkali didiamkan oleh pemilik kucing, padahal apabila dibiarkan bisa terjadi keracunan yang berlanjut dengan muntah-muntah.
Sebagai catatan, gejala mengejan juga ditemukan pada infeksi saluran kencing atau batu ginjal, sehingga perlu diperiksa lagi dengan seksama, apakah benar kucing terkena konstipasi atau infeksi lain.

PENCEGAHAN

Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan cara:
  • Berikan makanan diet seimbang yang cukup kaya akan serat kasar.
  • Selalu sediakan air yang bersih dan segar agar kucing tidak kekurangan cairan (dehidrasi). 
  • Sering lakukan grooming, khususnya untuk kucing yang berbulu panjang untuk mencegah terjadinya gumpalan rambut. 
  • Dorong kucing untuk berolahraga atau bergerak.
  • Tempatkan kucing pada kandang yang luas, agar kucing bisa bergerak dengan leluasa.
  • Sediakan scratching post (papan pengasah cakar)
  • Letakkan tempat buang kotoran yang bersih dan kering
  • Bersihkan tempat buang kotoran secara berkala.
  • Lakukan pemberantasan parasit, terutama cacing pada tubuh kucing (Baca juga: Tanda-Tanda Kucing Cacingan )
  • Berikan ⅓ sendok teh minyak zaitun pada makan malamnya untuk membantu melancarkan keluarnya feses.

PENGOBATAN

Pada konstipasi ringan, berikan obat laksatif, yang akan mengisap air sehingga dapat melunakkan feses yang keras, atau berikan laktulosa. Gunakan obat pencahar untuk mengeluarkan feses yang keras dengan cepat, misalnya supositoria rektal dengan gliserin, supositoria rektal pediatrik sorbitol, atau mikroenema. Sementara obat termurahnya adalah air sabun atau minyak goreng yang dimasukkan lewat rektum.

Semoga bermanfaat ya PopoLovers.. Jangan lupa share atau bagikan artikel ini pada teman-teman catlovers lainnya, agar mereka juga mengetahui informasi penting ini. Terimakasih.


-----oOo-----

No comments:

Post a Comment